WELCOME to MY BLOG

JANGAN TUNDA SAMPAI BESOK .. APA YANG BISA KAU KERJAKAN HARI INI

Laman

Rabu, 31 Oktober 2012

Fungsi dan Jenis-jenis Relay

Fungsi dan Jenis-jenis Relay dalam bidang Elektronika | Relay merupakan komponenelektronika yang dapat mengimplementasikan logika switching. Relay yang digunakan sebelum tahun 70an, merupakan “otak” dari rangkaian pengendali. Setelah tahun 70-an digantikan posisi posisinya oleh PLC
Relay yang paling sederhana ialah relay elektromekanis yang memberikan pergerakan mekanis saat mendapatkan energi listrik. Secara sederhana relay elektromekanis ini didefinisikan sebagai berikut :
  • Alat yang menggunakan gaya elektromagnetik untuk menutup (atau membuka) kontak saklar.
  • Saklar yang digerakkan (secara mekanis) oleh daya/energi listrik.
Jadi secara sederhana dapat disimpulkan bahwa Relay adalah komponen elektronika berupa saklar elektronik yang digerakkan oleh arus listrik.

Secara umum, relay digunakan untuk memenuhi fungsi – fungsi berikut :
  • Remote control : dapat menyalakan atau mematikan alat dari jarak jauh
  • Penguatan daya : menguatkan arus atau tegangan
  • Contoh : starting relay pada mesin mobil
  • Pengatur logika kontrol suatu sistem
Fungsi dan Jenis-jenis Relay
Gambar Relay yang banyak di pasaran
Prinsip Kerja Relay
Fungsi dan Jenis-jenis Relay
Skema relay elektromekanik
Relay terdiri dari coil dan contact. Perhatikan gambar diatas, coil adalah gulungan kawat yang mendapat arus listrik, sedang contact adalah sejenis saklar yang pergerakannya tergantung dari ada tidaknya arus listrik di coil.
Contact ada 2 jenis :
  • Normally Open (kondisi awal sebelum diaktifkan open)
  • Normally Closed (kondisi awal sebelum diaktifkan close)
Secara prinsip kerja dari relay : ketika Coil mendapat energi listrik (energized), akan timbul gaya elektromagnet yang akan menarik armature yang berpegas, dan contact akan menutup.

Jenis – jenis Relay
Seperti saklar, relay juga dibedakan berdasar pole dan throw yang dimilikinya.
  • Pole : banyaknya contact yang dimiliki oleh relay 
  • Throw : banyaknya kondisi (state) yang mungkin dimiliki contact 
Berikut ini penggolongan relay berdasar jumlah pole dan throw :
  • DPST (Double Pole Single Throw)
  • SPST (Single Pole Single Throw)
  • SPDT (Single Pole Double Throw)
  • DPDT (Double Pole Double Throw)
  • 3PDT (Three Pole Double Throw)
  • 4PDT (Four Pole Double Throw)
Jenis Relay : 
  • Timing relay adalah jenis relay yang khusus. Cara kerjanya ialah sebagai berikut : jka coil dari timing relay ON, maka beberapa detik kemudian, baru contact relay akan ON atau OFF (sesuai jenis NO/NC  contact). 
  • Latching relay ialah jenis relay digunakan untuk latching atau mempertahankan kondisi aktif input   sekalipun input sebenarnya sudah mati. Cara kerjanya ialah sebagai berikut : jika latch coil diaktifkan, ia tidak akan bisa dimatikan kecuali unlatch coil diaktifkan. Simbol dari latching relay 
Rangkaian dan Simbol Relay 
Fungsi dan Jenis-jenis Relay
Relay jenis Single Pole Double Throw (SPDT
Fungsi dan Jenis-jenis Relay
Relay dengan contact lebih dari satu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar